//
archives

mastermind

This category contains 8 posts

Telah Buka : Mie Ayam PALSU

IMG-20130301-00327

 

 

 

 

 

 

 

Mohon doa dan dukungan, telah dibuka mie ayam PALSU alias “Paling Suka”  yang telah pecah telur hasil Pelatihan dan binaan dari Pak Syamsu di lokasi uasahanya berada di Jalan Pondok Aren Raya Tanggerang Selatan ( persis depan sekolah Amalina pondok aren / sekitar Arinda)

Bagi anda yg berminat, monggo silahkan mampir…

ingin pesan antar bisa hubungi pemilik/owner yakni Pak Joemari di 0818.600.992.

 

 

Artikel : GAGAL

Oleh: Eileen Rachman & Sylvina Savitri

Kita tidak bisa menutup mata mengenai banyaknya kegagalan yang terjadi di tengah kita. Mulai dari kekalahan dalam olahraga sepak bola, bulutangkis, sampai kinerja lembaga yang hasil kerjanya belum kunjung bisa membuktikan kesuksesannya.Ada juga kegagalan yang menyebabkan tidak hanya kerugian finansial yang besar, tapi juga hilangnya nyawa, seperti jembatan ambruk. Hal yang lebih berbahaya lagi malah bila dampak kegagalan sampai tidak bisa dihitung kerugiannya secara finansial, tapi kerusakannya begitu nyata, seperti suburnya korupsi sampai ke generasi yang lebih muda, ataupun lunturnya pendidikan moral dan budi pekerti. Dengan gencarnya media sosial sekarang ini, caci maki bila kegagalan terjadi seringkali membuat kita merinding. Terlepas dari besar-kecilnya kerugian yang ditimbulkan, komentar-komentar yang “sadis” segera saja menohok pelaku yang pada kenyataannya memang berbuat salah atau bodoh. Di perusahaan, bahkan dalam keluarga pun hal ini terjadi.Ada orang tua yang langsung menghukum anak yang mendapat angka buruk di ujian, ulangan atau pe-ernya.Ada juga atasan yang segera mengganjar kesalahan atau kelalaian dengan cercaan, sehingga pelaku seolah-olah tidak diberi nafas, baik untuk memberi keterangan atau Membela diri.

Beratnya hukuman terhadap kegagalan menyebabkan kegagalan bisa dianggap sesuatu yang alergik, tidak boleh terjadi, bahkan tidak boleh ada. Tak heran bila kita melihat tumbuh suburnya sikap defensif. Begitu ada gejala ke arah kegagalan, individu sudah pasang kuda-kuda, siap dengan telunjuknya untuk menuding orang lain. Bisa juga, ia memutar otak untuk berteori panjang lebar, mengeluarkan segala jurus analisa, yang penting, dirinya terlepas dari sorotan, apalagi tanggung jawab untuk menanggung akibatnya. Kebiasaan untuk menghindari kegagalan ini selain menimbulkan stress, juga menghilangkan separuh kesempatan untuk belajar. Padahal kalau dipikir-pikir, mungkinkah kita belajar dari kesuksesan saja? Bila kita sedang mengalami sebuah sukses besar, bukankah kita cenderung tidak belajar dari situasi tersebut? Kita jarang sekali menganalisa “mengapa sukses ini terjadi?”, “Faktor apa yang dominan?”. “Apa tindakan kita ambil sehingga kesuksesan bisa berulang?”, Atau, apakah ini hanya keberuntungan saja? Sementara, bila kegagalan terjadi, dari orang awam sampai ahlinya, akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk menganalisa penyebabnya. Individu yang bijak akan langsung memikirkan solusi dan tindakan perbaikan. Jadi, mengapa kita begitu takut gagal ?

Dekati Kegagalan

Pesta-pesta kesuksesan di perusahaan sudah lazim kita alami. Sebaliknya, pernahkah kita menelaah bagaimana perusahaan menyikapi kegagalan? Microsoft, perusahaan yang super sukses, kerap “merayakan” kegagalan, bahkan menyebut beberapa kegagalannya sebagai “glorious failures”. Mereka sangat jelas memahami sumber kegagalannya dan menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan untuk melakukan “breakthrough”. Sebenarnya, bahkan di parlemen sendiri kita lihat ada acara “hearing” atau “dengar pendapat” yang dimaksudkan untuk “mendengar” apa, bagaimana, mengapa suatu kejadian terjadi dan apa solusinya. Jadi, slogan `belajar dari kegagalan’ benar-benar harus kita pelajari kembali. Istilah “success by failure” memang ada dan merupakan kenyataan.

Sebuah perusahaan, bahkan berani membuat “Hall of failure” dan bukan “hall of fame” seperti biasanya. Latar belakang pemikiran perusahaan tersebut sangat jelas. Perusahaan mengupayakan agar para karyawan meyakini bahwa kegagalan adalah bagian dari upaya perusahaan yang menginginkan karyawan mau mengambil risiko dan tidak dihantui ketakutan akan kegagalan. Perusahaan tersebut bahkan menginstrusikan untuk mencantumkan cerita kegagalan dan apa yang dipelajari dari kegagalan tersebut, dilengkapi dengan tandatangan yang bersangkutan. Ada individu yang menulis di “hall of failure” dengan mengatakan bahwa setelah 7 tahun berusaha, ia berhenti belajar bermain biola. “Lesson learned” yang ia sampaikan adalah “saya tidak akan peduli dengan pendapat orang bahwa saya tidak bisa main musik”. Pernyataan ini, meskipun nampaknya tidak relevan dengan proses bisnis perusahaan, namun sebenarnya menanamkan keberanian pada mental individu untuk siap menghadapi kesulitan dalam situasi apapun. Pimpinan perusahaan bahkan mengatakan “We don’t just encourage risk taking at our offices: we demand failure”. Kemajuan, inovasi dan sukses memang sesungguhnya lebih mudah dipelajari dari kesalahan-kesalahan di sana sini. Hal seperti ini bermanfaat bila saja pendekatan kita terhadap kesalahan memang positif, mendalam dan ditekuni.

Budaya “strongly – weak!”

Mengembangkan budaya yang sadar akan kelemahan dan menjadikan `lesson learnt” sebagai kekuatan, bisa jelas kita lihat pada olahragawan. Jarang sekali juara-juara olah raga tidak mempelajari kelemahannya. Individu- individu yang demikian, tumbuh menjadi orang yang lebih membumi, kritis, fair, dan jujur, serta bisa memandang bahwa realitas itu menyakitkan, namun penyembuhannya akan membawa ke kesuksesan. Kegagalan seharusnya tidak menjadi sesuatu yang kita ratapi, namun jalan bagi kita untuk juga memahami di mana letak kekuatan kita serta bagaimana kegagalan bisa menjadi momentum untuk membawa perbaikan. Dalam suatu masyarakat, di mana keragaman individu tidak mudah dikontrol, kita memang perlu pemimpin yang mencontohkan sikap belajar dari kegagalan, bahkan membawa kegagalan sebagai sarana untuk mengembangkan `trust’. Kita bisa belajar dari pemimpin negara Jepang dan Cina ketika menghadapi bencana. Rakyat langsung mempunyai respek tinggi terhadapi cara pimpinan menghadapi krisis. Saat menghadapi wawancara, kegagalan yang pernah kita alami pun sebetulnya tidak melulu harus disembunyikan. Bila kita bisa membahas bagaimana sikap dan “action” kita untuk `bouncing back’, hal ini malah bisa menjadi nilai tambah kita.

Foto ini tercipta karena gagal menanjak yang saya alami saat bersepeda melintasi sebuah jalan tanjakan yang landai tidak kuat dan akhirnya turun dan di tuntun, sedang teman di belakang memberi dorongan semangat untuk terus segera menunggang lagi sepeda dengan memberikan trik penyetelan gigi / gir yang ringan untuk bisa mencapai / melewati tanjakan itu dengan tidak perlu menuntun sepeda.

Jadi banyak faktor dan teknis yang perlu di perbaiki dan di ketahui  untuk bisa kuat menanjak dalam bersepeda, diantaranya dengkul harus kuat dan saat pengoveran gir sepeda ke yang ringanpun juga harus pas.

Jadi slogan `belajar dari kegagalan’ benar-benar harus kita pelajari kembali. Istilah “success by failure” memang ada dan merupakan kenyataan.

Sampai jumpa dalam Pelatihan berikutnya…Semangat yang sudah buka usaha mie ayam tapi gagal…yang sudah ikut Pelatihan masih belum juga buka usaha ditunggu kabar-kabarnya…jangan takut GAGAL.

Mie SEHATI Pelatihan di Roxy Food Center

Sesuai jadual maka  Minggu pagi 7 Nopember 2010 akan diadakan pelatihan pembuatan Mie Ayam Sehati yang akan diadakan di Pusat Jajanan kuliner Roxy Food Center Jababeka 2 Cikarang Bekasi.  Master Mie Ayam Mr.Syamsu akan hadir dan memberikan bagaimana cara membuat Mie Ayam Sehati yang mempunya Rasa 3E. Enak, Enak sekali, dan Enak banget, selain itu Mie Ayam Sehati ini Fresh, karena memang langsung di buat dilokasi dan langsung disajikan.

Peserta yang serius mengamati jalannya Pelatihan Mie Ayam Sehati
Pesertapun terjun langsung untuk ngulek Bumbu
Pelatihan Mie Ayam Sehati

Pelatihan kali ini diikuti oleh 13 orang peserta, yang terjauh datang dari Cinere Depok.  Yang terdekat dari Warga Puspita Cikarang Baru. Acara yang dimulai Jam 9 pagi ini begitu ramai, setiap peserta terlihat antusias mendengarkan sang “Guru” yang sedang menjelaskan. Rata-rata mereka pun memegang Camera dan merekam kegiatan yang sedang berlangsung, sepertinya mereka tidak mau ketinggalan momen penting, langkah demi langkahnya.

Mr. Syamsu sedang mengeluarkan Jurus-jurus Saktinya
Pak Syamsu yg Asyik menjelaskan cara-cara dan Trik nya

Pelatihan hari ini juga dikunjungi oleh Master TDA Bekasi Pak Ato (Kupat Tahu Bandung) yang kebetulan sedang membuka usaha Toko Bunga/Tanaman  yang berlokasi dekat dengan Roxy Food Center. Bapak yang satu ini memang TOP dalam hal buka usaha. Sudah banyak usaha yang digelutinya. Ilmu APH yang dia miliki laksana ilmu Kanuragan Brama Kumbara, sangat ampuh . Ilmu APH (Action, Pikir dan Hitung) ini telah banyak menciptakan pengusaha-pengusaha muda.

Acara Pelatihan Mie Ayam yang berlangsung hingga jam 2 siang itupun dihadiri oleh beberapa orang lainnya seperti Pak Choirunnas, Pak Wawan (NetCOMM Computer), Pak Basith, Pak Hanafi, Pak Eko.

Asyik Ngobrol masalah bisnis
Ngobrol asyik disela-sela pelatihan

Taman Bacaan

Anak-anak ini seperinya hampir tiap sore selalu bermain di Perpus Mini sambil membaca buku buku cerita yang ada. Kami tidak melarang mereka untuk membaca asal di kembalikan dan di rapihkan kembali. Kami juga tidak memuggut biaya jika membaca di tempat. Semoga ini memiliki manfaat bagi mereka yang bermain di Perpus mini.

Mie Ayam “Amat” SEHATI

Dalam grup BBM Management TDA, kulontarkan ide Mie Ayam “Amat” Sehati dan hampir semua menyarankan untuk mengganti nama itu dengan nama yang sedang trend di kalangan para petinggi TDA, yaitu menjadi Mie Ayam “Amat” Sakses!!! [dengan tiga tanda seru!:-)]

Mas Nukman juga kumintai pendapatnya tentang nama itu dan mas Nukman lebih cenderung dengan nama Amat Sehati. Nama itu bukan milik CNI, karena di CNI yang menjadi andalan mereka adalah Mie Sehat bukan Sehati.

Nama Sehati dimaksudkan agar dalam setiap tindakan kita selalu mengacu pada suara hati yang satu tetapi bisa menyuarakan 99 nama Allah.

Nama Sehati juga klop dengan nama blog ini dan dimaksudkan agar selalu sehati dengan teman apalagi dengan keluarga kita.

Tekad itu terus menggumpal dan makin lama makin kuat. Semua persiapan untuk membuka Mie Ayam di Yogya sudah mendekati final, tinggal menunggu hari “H” saja. Apalagi di koran KR Bisnis terpampang tulisan yang sangat menantang “Yogya Terbaik Untuk Bisnis”. Wouw…mantap !

Semua “angin” telah menunjukkan pertanda yang baik sampai akhirnya muncul sebuah berita yang mengganggu.

“Ada sedikit masalah di pemilik warung makan ini. Jadi belum bisa diputuskan bisa memakai lokasi itu atau tidak. Saat ini sedang “diterawang” oleh ahlinya. Begitu kata berita itu.

Perkembangan selanjutnya adalah belum diperbolehkannya aku membuka warung Mie Ayam di lokasi itu. Ini adalah awal sukses pertama dari Mie Ayam Sehati ini. Berarti aku harus mencari lokasi lain yang lebih “sehati” untuk membuka warung ini. Ini bukan suatu kegagalan tetapi suatu awal sukses dari Warung Mie Ayam Sehati. Mari kita berbaik sangka saja padaNya.

Kita mulai lagi dari dasar. Kita fokuskan lagi bisnis ini ke wilayah Cikarang Bekasi. Untuk sementara buka Mie Ayam di Yogya ditunda dulu sampai tanda kesuksesan ke dua nanti muncul.

Tanggal 10 Januari 2010 adalah saat kita fokus untuk membuka Mie Ayam Sehati di dekat SMA Cipus [Cikarang Pusat]. Kita lihat seberapa sukses hasil dari Mie Ayam di Jalan Beruang ini.

Kata Master Mie Ayam Pak Syamsu, maka kita tidak boleh khawatir terhadap ketidak suksesan bisnis kita, yang perlu kita khawatirkan hanya satu, “…kalau bisnis ini terus memberi keuntungan yang berlipat-lipat, maka kemana lagi aku harus menyalurkan zakat malku ….”

Salam Sakses Mulia.
+++
penulis : eshape

Demo Mie Perto [2]

Saat ini banyak varian dari Mie Perto, ada yang namanya saja dibuat lebih komersial, misalnya mie KCB, ada juga Mie Pelangi, Mie Miyabi, dan nama ini akan bertambah terus mengingat gerai baru terus bermunculan.

Setelah kemarin master Syamsu melakukan demo di kelompok pak Ivan [Miyabi], maka hari ini di Bogor dibuka Mie Server [?] yang sayangnya tidak bisa dihadiri Master Mie Perto pak Syamu Irman, karena dia sendiri hari ini sibuk melakukan demo di depan anggota TDA + anggota non TDA di Bekasi.

Awalnya bu Tenny ini hadir di acara demo mie yang diadakan oleh pak Dewanto, tetapi karena merasa belum puas dan ingin memperdalam ilmunya di bidang mie perto, maka bu Tenny ini mengundang master Mie Pak Syamsu untuk tampil berdemo di Pondok Hijau 9 [meskipun cat rumahnya berwarna biru].

Acara ini seperti biasa dihadiri oleh kelompok bapak dan ibu dan kadang-kadang dihadiri juga oleh anak-anak mereka. Khsuus di rumah bu Tenny ini kelompok anak-anak cukup dominan, sehingga suasana makin riuh rendah.

Para ortu harus membagi perhatian antara memperhatikan pak Syamsu atau memperhatikan anak-anak mereka yang berlarian kesana kemari membuat suasana menjadi meriah.

Kali inipun pak Syamsu tampil dengan rasa lain, bukan sekedar rasa standar dengan 3 rasa, yaitu rasa enak, enak banget dan enak sekali, tetapi ada tambahan bumbu lain. Inilah mie ayam wortel dari Perto Grup TDA.

adukan tepung diberi campuran air yang mengandung sari wortel

Disiapkan juga mie ayam warna hijau dengan bumbu yang lain, tetapi yang didemokan hanya yang diberi tambahan rasa wortel. Untuk kombinasi menu yang lain, rupanya para ibu-ibu ini tidak mau kalah. Merek alangsung mempraktekkan ilmunya dengan sama-sama membuat mie diluar mie yang dibuat oleh pak Syamsu.

Hasilnya memang belum memuaskan, tetapi sudah cukup memberi pelajaran pada mereka bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil yang didapat sesuai kriteria yang telah dipatok pak Syamsu.

Seperti biasa, setalah setengah hari maka demo inipun selesailah sudah dan inilah saatnya untuk kembali ke rumah. Mampir dulu ke XXI untuk melihat tontonan yang bisa dilihat, tetapi ternyata antreannya panjaaaaaaaang banget, sehingga diputuskan untuk pulang saja. masih ada hari ada hari lain untuk menonton “Emak” atau “2012″

-o0o-

+++
penulis : eshape

Demo Mie Perto [1]

Luar biasa semangat pak Ipung pada pertemuan MMC2 hari ini. Datang paling duluan dan lengkap dengan pasukannya. Sudah begitu, ketika acara MMC2 telah usai, pak Ipung langsung mampir ke Cimart untuk melanggengkan budaya solusi belanja hemat.

Bintang hari ini jelas pak Iman yang biasanya menjadi tukang suruh-suruh, hari ini berubah menjadi tukang disuruh-suruh.

“Ditekan saja pak, jangan digerus. Biarkan pecah tapi tidak sampai hancur”, begitu kata komandan Mie Perto, dan pak Iman tanpa reserve langsung mengerjakan semua perintah yang didengarnya.

Dimulai dari buat adonan berdasar rumus yang dissmpaikan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan adonan dan pem,buatan adonan menjadi segi empat, maka dalam beberapa saat saja terciptalah mie yang dijamin enak dan tanpa bahan pengawet.

buat selendang tepung dan masukkan ke mesin
jadilah mie yang segar dan berkualitas

Begitulah kelebihan dan kelemahan mie perto ini. Kelebihannya jelas pada mutu yang sangat tinggi dan rasa yang segar karena memang dibuat pada saat itu dan dimasak pada saat itu juga. Kelemahannya, kalau kita tidak siap, maka saat pelanggan datang berbondong-bondong, maka kita bisa kecapekan membuatnya.

pak Nas asyik mencatat petunjuk sang Kaisar
masukkan dalam air panas 12 detik saja
tambahkan sawi segar

sawi nan segar [direndam dalam cairan cuka 10 menit dan pilih sawi yang daunnya berlubang]

“Kalau bapak-ibu nanti sudah mempunyai produksi lebih dari 3 kg, itu adalah saat untuk membeli mixer. Tangan kita sudah tidak sanggup lagi untuk membuat mie yang enak dan bermutu tinggi”, begitu penjelasan sang kaisar Perto.

kecapnya harus kecap bango ya…
[kalau tidak rasanya akan rusak]

“1 kg tepung ini bisa untuk 18 mangkok dan cukup pakai bumbu satu plastik kecil ini. Harganya hanya 5 ribu saja per-bungkus”, lanjut sang Kaisar,

“Pada umumnya seorang pedagang mie selalu khawatir kalau mienya tidak laku, maka apa yang terjadi?”

“Mienya bener gak laku pak”

“Nah .. begitulah. Kita ini punya pikiran dan yang terjadi akan sesuai dengan pikiran kita”

“Kalau kita punya niat begini pak, kalau gak laku makanan ini kan bis akita makan sendiri, gimana pak?

“Ya sama saja, tetep gak laku mienya, karena sudah yakin mau dimakan sendiri”

Kamipun tertawa mendengar tanya jawab yang dari awal memang selalu segar dan penuh canda tawa.

“Khawatir yang benar itu begini”

“….”

“Kita boleh khawatir kalau mie kita kelarisan dan labanya kebanyakan, sementara semua mesjid di sekitar kita sudah kita sumbang”

“Nah… itu baru kit aboleh kahwatir, kemana ya kita sedekahkan kekayaan kita ini”

Luar biasa memang cara sang kaisar Perto ini memberi semangat pada kita-kita. Rasanya perlu ada demo lagi di rumahku agar aku bisa ketularan jualan mie.

pilih tepung dengan kandungan protein tinggi
perlu cara khusus untuk mie keriting, tapi gampang kok mbuatnya
.

Terbentuknya Mastermind Cikarang 2 [MMC2]

Setelah lama hanya sampai di niat, akhirnya pada hari Jumat malem, 12 Juni 2009, di JB Plaza, terbentuklah kelompok mastermind Cikarang yang kedua. Seperti biasa, yang membidani terbentuknya kelompok ini adalah pak Annas My dan pak Ato.

Pak Ipung, sang kompor dari UB CImaRt nampak tersenyum-senyum terus sepanjang acara ini berlangsung. Kayaknya dia baru membayangkan betapa inahnya mempunyai keluarga baru, seperti yang pernah dia baca di MMC1 yang sudah mengadakan tiga kali pertemuan.

Semua anggota kelompok MMC2 ini memang terlihat senang dan surprise banget. Mungkin tadinya diperkirakan pertemuan akan alot dan menegangkan. Ternyata pertemuan berlangsung dalam suasana yang sangat cair, penuh canda dan seperti mendapat saudara baru yang sudah lama didambakan.

Terpilih sebagai koordinator adalah pak Iman Sumantri, yang meskipun masih TDB, tapi semangat berwirausahanya terlihat sudah menyala-nyala.

Sebentar hari lagi akan kita dengar kiprah dari MMC2 ini. Seperti biasa juga, awal pertemuan selalu diikuti dengan satu topik acara yang mudah dicerna dan menarik, yaitu pelatihan blogger.

Tidak pelak lagi, saat ini memang sedang pada demam ngeblog dan demam fisbuk, sehingga acara yang berbau blog, pasti akan diikuti dengan antusias.

Sebentar bulan lagi juga akan ada acara pesta blogger 2009, itulah saatnya para blogger bersilaturahmi, menambah kenalan baru, menambah saudara baru dan menambah wawasan baru. Selalu ada yang baru, jika kita memandang hidup ini dengan kacamata positif.

Selamat menyebarkan EPOS, selamat berbagi EPOS, dan jauhkan diri dari ENEG yang slalu bikin eneg hati.

Salam….

yeni eshape dan bu Iman
sampai lupa pesen minum, untung ada pak Iman yang ingat [makanya dipilih sebagai koordinator]
pakAnnas tangannya sampai kabur gara2 terlalu semangat memberi penjelasan mastermind

…..

.

Blogged with the Flock Browser

+++

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 9.860 pengikut lainnya.

Tangan Di Atas

Tangan Di Atas

Top Rated

Internet Sehat Yuk !:-)

Blog Stats

  • 65,298 hits

Mie SEHATI


Blog keroyokan ini dikomandoi oleh mas eshape

BloGgeRcIkaraNg

Komunitas Blogger Cikarang
Indostats | Free counter Indonesia
Info seputar Gadget

Camera, Apple iPhone, Android, Software, Blackberry

Anti Miras

Gerakan Nasional Anti Miras < 21 Tahun

Kehidupan Sehari-hari Pemuda/i Kalangan

Dusun Kalangan, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Yogyakarta

for better education

Make education as the most important part in our life ..

Alfaris08's Blog

Just another WordPress.com weblog

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 9.860 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: