//
you're reading...
Berbagi, mastermind

Demo Mie Perto [1]

Luar biasa semangat pak Ipung pada pertemuan MMC2 hari ini. Datang paling duluan dan lengkap dengan pasukannya. Sudah begitu, ketika acara MMC2 telah usai, pak Ipung langsung mampir ke Cimart untuk melanggengkan budaya solusi belanja hemat.

Bintang hari ini jelas pak Iman yang biasanya menjadi tukang suruh-suruh, hari ini berubah menjadi tukang disuruh-suruh.

“Ditekan saja pak, jangan digerus. Biarkan pecah tapi tidak sampai hancur”, begitu kata komandan Mie Perto, dan pak Iman tanpa reserve langsung mengerjakan semua perintah yang didengarnya.

Dimulai dari buat adonan berdasar rumus yang dissmpaikan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan adonan dan pem,buatan adonan menjadi segi empat, maka dalam beberapa saat saja terciptalah mie yang dijamin enak dan tanpa bahan pengawet.

buat selendang tepung dan masukkan ke mesin
jadilah mie yang segar dan berkualitas

Begitulah kelebihan dan kelemahan mie perto ini. Kelebihannya jelas pada mutu yang sangat tinggi dan rasa yang segar karena memang dibuat pada saat itu dan dimasak pada saat itu juga. Kelemahannya, kalau kita tidak siap, maka saat pelanggan datang berbondong-bondong, maka kita bisa kecapekan membuatnya.

pak Nas asyik mencatat petunjuk sang Kaisar
masukkan dalam air panas 12 detik saja
tambahkan sawi segar

sawi nan segar [direndam dalam cairan cuka 10 menit dan pilih sawi yang daunnya berlubang]

“Kalau bapak-ibu nanti sudah mempunyai produksi lebih dari 3 kg, itu adalah saat untuk membeli mixer. Tangan kita sudah tidak sanggup lagi untuk membuat mie yang enak dan bermutu tinggi”, begitu penjelasan sang kaisar Perto.

kecapnya harus kecap bango ya…
[kalau tidak rasanya akan rusak]

“1 kg tepung ini bisa untuk 18 mangkok dan cukup pakai bumbu satu plastik kecil ini. Harganya hanya 5 ribu saja per-bungkus”, lanjut sang Kaisar,

“Pada umumnya seorang pedagang mie selalu khawatir kalau mienya tidak laku, maka apa yang terjadi?”

“Mienya bener gak laku pak”

“Nah .. begitulah. Kita ini punya pikiran dan yang terjadi akan sesuai dengan pikiran kita”

“Kalau kita punya niat begini pak, kalau gak laku makanan ini kan bis akita makan sendiri, gimana pak?

“Ya sama saja, tetep gak laku mienya, karena sudah yakin mau dimakan sendiri”

Kamipun tertawa mendengar tanya jawab yang dari awal memang selalu segar dan penuh canda tawa.

“Khawatir yang benar itu begini”

“….”

“Kita boleh khawatir kalau mie kita kelarisan dan labanya kebanyakan, sementara semua mesjid di sekitar kita sudah kita sumbang”

“Nah… itu baru kit aboleh kahwatir, kemana ya kita sedekahkan kekayaan kita ini”

Luar biasa memang cara sang kaisar Perto ini memberi semangat pada kita-kita. Rasanya perlu ada demo lagi di rumahku agar aku bisa ketularan jualan mie.

pilih tepung dengan kandungan protein tinggi
perlu cara khusus untuk mie keriting, tapi gampang kok mbuatnya
.

About Kuliner klub

Kelompok Pengusaha Cikarang yang tergabung dalam Komunitas Kuliner Mie SEHATI

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 10.568 pengikut lainnya

Fan Page Mie Sehati

Tangan Di Atas

Tangan Di Atas

Top Rated

Internet Sehat Yuk !:-)

Blog Stats

  • 81,436 hits

Mie SEHATI


Blog keroyokan ini dikomandoi oleh mas eshape

BloGgeRcIkaraNg

Komunitas Blogger Cikarang
Indostats | Free counter Indonesia
Ekspedisi ALam Liar

...menjemput keindahan alam, blusukan ke pelosok desa

Ardian Kusuma

bike more eat more

Bersepeda itu indah

Memulai Bersepeda bersama dan sampai finish bersama

%d blogger menyukai ini: